Bersua dengan Ramadhan (Kembali)

Tidak ada perbedaan yang mencolok antara orang (Islam) Indonesia dan orang (Islam) Mesir dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, kedua-duanya dengan tidak biasa-biasa saja menyambut hangat kedatangan bulan Ramadhan, karena mereka memang tahu atau bahkan mungkin menyadari dengan hati keutumaan-keutamaan yang dimiliki bulan yang didalamnya ada malam seribu bulan ini.
Barulah ketika hari raya Idul Fitri kurang tiga hari lagi, baru kita dapati perbedaan diantara keduanya,  berbondong-bondong rakyat yang pernah punya presiden Kiai ini menyiapkan segala macam apa yang mereka butuhkan, menyambut idul fitri bagi orang Indonesia bagai menyambut sesuatu yang telah mereka tunggu-tunggu sejak lama, dan telah mereka rindukan pula, beramai-ramai mereka menyalakan kembang api, para pemuda desa biasanya malah membuat semacam acara perayaan untuk melepas kepergian bulan Ramadhan menyambut kedatangan hari raya Idul Fitri, tetapi logikannya, kalau sesuatu yang kita sukai pergi, tidak senang sama sekali perasaan kita, itu seharusnya. Seperti orang Mesir yang merasa sangat sedih dan tak secuil yang menangis tetkala Idul fitri tinggal menghitung hari, mereka benar-benar tidak menginginkan kepergian bulan Ramadhan.
Dan disinilah kita baru bisa mengetahui, manakah yang benar-benar mengetahui dengan hati keutamaan bulan Ramadhan, seperti yang pernah disabdakan Kanjeng Nabi SAW.
Ya, itulah diri kita, orang orang Indonesia, yang salah persepsi perihal Penyambutan hari raya Idul Fitri yang justru sesungghnya adalah ahir dari pada bulan yang penuh berkah ini.

Mari bersama-sama kita perbaiki diri di bulan yang benar-benar spesial dihadirkan Allah untuk ummat nabi Muhammad SAW ini, dan kita harus benar-benar bersyukur karena kita masih diberi kesempatan untuk kembali bersua dengan bulan yang sungguh ruar biasa,
Marhaban ya Ramadhan!


Share this article :
 

+ comments + 4 comments

July 21, 2012 at 6:08 AM

setuju

July 21, 2012 at 10:00 AM

selamat menunaikan ibadah puasa, mas farobi, semoga penuh berkah.

July 22, 2012 at 1:22 AM

setidaknya perbedaan waktu pelaksanaan ramdahan ini membuat kita lebih dewasa dalam bersikap

July 25, 2012 at 7:52 PM

semoga kita bisa mewarnai Ramadhan dengan banyak berburu ibadah.. hmm, harusnya nanti kita bersedih ketika Ramadhan hampir berahir.. selamat berpuasa mas :)

Post a Comment

Thanks udah mampir...
Jangan lupa kasih komen ya!!

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Em Farobi Afandi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger