Kalah Lomba? Identifikasi Penyebabnya!


Sekitar satu bulan yang lau, Universitas Pancasakti (UPS) Tegal mengadakan kompetisi Bahasa Inggris, tapi kompetisi ini bukanlah yang petamakalinya yang di selenggarakan oleh UPS, karena mengadakan kompetisi Bahasa Inggris adalah  merupakan agenda tahunan dari Fakultas Bahasa Inggris UPS.
Seperti tahun sebelumnya, sekolahku tak pernah ketinggalan mengirimkan delegasinya untuk mengikuti bebrapa cabang lomba yang di lombakan, seperti Speech, Story Telling, Poem dan Quicky Macky (semacam cerdas cermat).
Lomba diadakan pada hari Rabu, 22 Februari 2012. Sekitar satu minggu sebelum lomba, sekolahku mengadakan semacam tes penyaringan terlebih dahulu, pesertanya lumayan banyak, dari kelasku saja mengirkam tiga utusan untuk mengikuti tes seleksi, untuk lomba Poem reading Abdul Razak sebagai utusan, Story Telling di wakili oleh si Ezza, pada awalnya si firdaus juga ingin mengikuti tes seleksi Story Telling, tapi nampaknya Allah belum mengizinkan
, beberapa hari sebelum tes seleksi, kaki Firdaus terkilir gara-gara main bola, sedangkan untuk Speech, aku sendiri .
Sekitar tiga hari pasca seleksi, di umumkanlah siapa saja yang lolos dan berhak mewakili sekolah, dari sekian banyak peserta,  ternyata dari kelas ku hanya Abdul Razak yang lolos. Untuk peserta lomba Quicky Macky, akan di pilih langsung oleh sekolah, tanpa melewati tes seleksi terlebih dahulu, tanpa ku sangka sebelumnya, ternyata aku malah terpilih untuk mengikuti lomba Quicky Macky, sebenarnya sih aku agak keberatan, karena pada saat itu aku sedang sibuk-sibuknya menggarap karya Ilmiah, buat di ikutkan lomba juga (belum tahu kisahku menggarap karya Ilmiah?, ikuti kisahnya disini!). Namun, setelah di yakinkan oleh Guru pembimbingku, aku jadi yakin, aku bakalan bisa, “modal yakin aja dulu, persiapan bisa nyusul”, gumamku dalam hati.
Hari H datang, semalam sebelumnya aku dan dua temanku yang akan mengikuti Quicky Macky sudah terlebih dahulu rembugan, Panut dari  Emercy (IPA unggulan) bertugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berbau MIPA, pada tahun sebelumnya si Panut juga sudah pernah mengikuti lomba ini, sedangkan Si Erwin dari IPS, kebagian Grammar dan Pengetahuan yang berkaitan dengan Ilmu Sosial, kebagian Grammar, karena ia juga mengikuti Ekstra Bahasa inggris, sedangkan aku sendiri fokus untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan umum plus di tambah seputar grammar.
Pagi pagi sekali, aku dan kawan-kawan sepermainan yang ikut lomba sudah stay di sekolahan. Karena mobil APV punya sekolah ngga muat untuk menampung semua peserta yang berjumlah sembilan siswa, 3 Putri, 6 Putra, di tambah 2 Guru pendamping, Ms. Faris dan Ms. Lulu, so berdasarkan kesepakatan kemarin sore, ada 3 anak yang berangkat Ngebis bareng Ustad Labib, karena kebetulan Ustad Labib juga berniat untuk pergi ke Pemalang pada hari itu, yang ikut bersama Ustad Labib Ngebis adalah Si Razak, Ulin dan Fikri, sedangkan sisanya berangkat pake APV yang jadi supir Pak Sulhi. Tapi, ada tapinya lho ya!, cowo-cowo yang berangkat pake APV nanti  gantian pulangnya yang ngebis, ya itungannya ya sama aja.
Sesampainya di sana, kami langsung memasuki aula UPS, buat ikutan acara opening, seusai opening, kami langsung menuju tempat lomba yang udah di tentukan. Buat lomba Quicky Macky, bertempat di gedung I nomer 125 (kalo ngga salah, hehehe). Ternyata kelompok kami maju paling ahir, so kami harus nunggu lama dulu, tapi ada untungnya juga sih, kan kami bisa lihat dulu kemampuan-kemampuan lawan kami, plus bisa mengidentifikasi jenis-jenis soal yang bakal keluar.
Jam di dinding ruangan udah nunjukin pukul dua belas tiga puluh, sebentar lagi giliran kelompok kami yang akan maju, tapi dasar nasib, pas ketika kelompok kami mau unuk gigi, tiba-tiba panitia mengumumkan bahwasannya lomba akan break terlebih dahulu, kurang lebih satu jam, alamaaaaak, udah nunggu dari pagi, pas giliran mau maju, ada break segala.
“Ya sudah kalian sholat dulu sana”, perintah Pak Sulhi ketika kami baru keluar dari ruangan. Kabar menyedihan datang dari beberapa kawan yang mengikuti Speech, Story telling dan Poem, NGGAK ADA SATU PUN DARI MEREKA YANG MASUK KE SEMI FINAAAAAL!, waduuh, gawat nih.
Seusai sholat dan makan siang, aku temen-temen dan beberapa Guru pengiring kumpul di depan ruangan yang ngga jauh dari tempat lombaku, semuanya pada bilang bahwa hanya lomba Quicky Macky lah harapan terahir, kalo Quicky Macky  ngga menang, kawuuus, kami berarti harus pulang dalam keaadan MENANG + IS = MENANGIS!.
Tibalah saatnya grup Quicky Macky kami bertanding, karena teman-teman semuanya sudah menyelesaikan lombanya, beserta guru pembimbing mereka menjadi suporter kami. Setelah melewati soal-soal yang full bashasa Inggris, hasil lomba Quicky Macky di umumkan, “hore….”, Teriak bebereapa teman yang menjadi supporter di belakang ketika melihat nilai kami lebih unggul diantara yang lainnya. Namun, sekali lagi, nasib baik belum berpihak pada kami, setelah hasil score di hitung ulang, karena ada beberapa hadirin yang protes, ternyata yang mendapat score tertinggi bukanlah kelompok kami, huuuft…
Terpaksa kami harus pulang melenggang tanpa membawa piala.
Untuk melepas lelah dan kecewa, para Guru pembimbing kami berinisiatif untuk mengajak kami ke pantai, dan kebetulan kampus UTS ini memang dekat sekali dengan pantai PAI Tegal Bahari, hanya butuh berjalan kaki untuk dapat sampai kesana.
Tak seindah yang ku bayangkan, ternyata pantai PAI tak jauh beda dengan pantai Tirtamaya di Indramayu sana, kotor, sepi, dan jadi tempat pacaran (aneh deh, siang-siang, panas, eh, malah pada pacaran di pantai).
Melepas lelah di pantai PAI
Seusai melepas lelah di pantai, kami langsung cabut pulang, namun harus sesuai perjanjian, aku, Panut dan Erwin yang sewaktu berangkat menggunakan APV, harus pulang ngebis, tapi tak apalah, masih asyikan ngebis kok, di temani Ms. Lulu dan Ms. Faris kami langsung menuju ke pasifik menggunakan Bis Tuyul.
Sesampai di pasifik Mall, Ms. Lulu terlebih dahulu mengajak kami makan sore (emang ada makan sore, hehehe) di Mc Donals depan pasifik, setelah itu baru kami sholat Ashar di Musholla Pasifik (ikuti cerita tentang Musholla Pasifik disini!) di lanjutkan Shopping. Menunggu dua Guru kami yang asyik bershopping ria, aku dkk lebih memilih masuk ke toko buku Salemba, yang ada di pasifik lantai dua.
Sampai di pondok sekitar pukul 20.00 WIB.
Ada beberapa hal yang harus kami benahi, dan mungkin bisa diambil pelajarannya:
Pertama, aku sendiri belum melakukan persiapan secara matang untuk menghadapi lomba ini, jujur saja, waktu itu aku sedang di hadapkan dengan tiga lomba sekaligus dalam kurun waktu yang yang tak jauh. So, saran saya, kalau kamu di hadapkan dengan beberapa lomba dalam waktu yang tidak telalu jauh, Fokuskan terlebih dahulu pada satu lomba, atau kamu bisa urutkan skala prioritas lomba-lomba yang kamu ikuti, urutkan mana yang harus di utamakan dan mana yang tidak harus.
Yang kedua, terlalu yakin bisa menang, dapat mengakibatkan rasa takabur atau sombong dalam hati. So, dalam mengikuti lomba apa saja, kita tidak boleh positive thinking yang kelewatan, akibatnya akan menjadi sombong, merasa paling hebat sendiri, dan untuk mengikuti sebuah lomba tidak cukup dengan hanya bermodal keyakinan, tapi di samping itu, persiapan yang matang harus lebih di prioritaskan, Albert Einstein pernah berujar: “Gila adalah melakukan suatu hal yang sama, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda.
Salam Menang!
 And Always remember!: All is Well



Share this article :
 

+ comments + 2 comments

March 16, 2012 at 12:52 AM

Blog Yang Bagus... :-)

Sekilas Info LOWONGAN KERJA Bagi Blogger Mania yang ingin mendapatkan uang sampingan dari blog anda.
Gaji Pokok 2 Juta Rupiah Hingga Puluhan Juta Rupiah, Pendaftaran Melalui http://newkerjaonline2012.blogspot.com/

April 23, 2012 at 3:47 AM

wahahaha,. ternyta ada foto wong ilang di PAI,. ;)

Post a Comment

Thanks udah mampir...
Jangan lupa kasih komen ya!!

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Em Farobi Afandi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger