Dakwah Sirri Ala Nabi SAW

Setelah genap satu bulan mengasingkan diri (uzlah) di goa Hiro, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya. Namun, ketika sampai di tengah jalan beliau terkagetkanoleh sesosok suara yang memanggil-manggil nama beliau, “Ya Muhammad… Ya Muhammad!..”,Teriak seseorang, namun anehnya Rosulullah takmelihat seseorang pun di sekitarnya, karena takut dan bingung, Rosululloh ahirnya menengadahkantangannya kelangit untukberdoa, namuntak di sangka, beliau melihat Jibril AS di atas langitsana.
Karena rasa takut yang luarbiasa, badan Rosululloh langsung menggigil, dan beliau langsung bergegas pulang kerumah, sesampainya di rumah beliauberkata: “selimutilahaku, selimitilahaku!”.
Takbeberapa lama setelah kejadianitu, Allah SWT menurunkan tujuh penggal ayat pertama dari Surat Al-Muddatsir, yang berupa penggalan- penggalan kata yang indah menawan dengansentuhan lembut, yang isinya memerintahkan Rosululloh untuk membukaselimutnya dan mulai untuk berdakwah.
Nah… sejak saat itulah Kekasih kita Rosulullah SAW memulai dakwahnya, eits…, jangan salah dulu, bukan berarti setelah itu Rosululloh SAW langsung berdakwah di tengah-tengan khalayak Makah secara terang-terangan, akan tetapi Rosululloh SAW memulai dakwahnya secarasembunyi-sembunyi(sirri), kalau saja beliau langsung mendakwahkan islam secara terang-terangan bisa jadi masyarakat Makah mencerca dan memaki beliau, karena dinggap menyebarkan Agama baru yang ngga sesuai dengan ajaran nenekmoyang orang Makah pada waktu itu, oleh sebab itulah metode dakwah sirri dipilih oleh Rosululloh SAW.
Rosululloh pada awalnya hanya mengajak orang yang paling dekat denganbeliau, anggota keluarganya dan sahabat-sahabat karib beliau, beliau menyeru mereka kepada Islam, beliau juga menyerukan islamkepada orang-orang yang sudah beliau kenal secarabaik dan mereka pun mengenal beliausecara baik, yaitu mereka yang memang diketahui mencintai kebaikan dan kebenaran, mengenal kejujuran dan kelurusan beliau, maka mereka yang diseru inil angsung memenuhi seruanbeliau, karena mereka sama sekali tidak menyangsikan keagungan diri beliau dan kejujuran pengabaran yang beliausampaikan. Dalam tarikh Islam, mereka yang masuk islam pada era ini dikenal dengan sebutan As-Sabiqunal Awwalun ( yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam).
Dan diantara As-Sabiqunal Awwalun, yang pertama kali menyatakan keimanannya adalah Sayyidah Khadijah binti Khuwailid istri beliau tercinta yang selalu setia menemaninya, ketikabeliau menyeru kepada Khadijah untuk masuk islam, tanpabasa-basi Khadijah pun langsung membaca dua kalimat syahadat, bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.
Pada suatu hari, ketika Rosululloh dan Khadijah sedang sembahyang ( yang pada waktu itu hanya dua kali dalam sehari, karena belum di syariatkan sholat wajib lima waktu), shohabat Ali bin Abi Thalib kecil menyaksikan mereka, Ali yang waktu itu juga tinggal serumah bersama Rosululloh mengamati betul gerakan-gerakan yang di lakukan oleh Rosululloh di dalam sholatnya mulai dari ruku’, sujud, dan Ali juga menyimak bacaan Al- Qur’an yang di bacaRosululloh, setelah mereka berdua selesai sembahyang, Ali yang penasaran pun memberanikan diri untuk bertanya kepadaRosululloh, “Kepadasiapakah kalian bersujud?” Tanya Ali, Rosul SAW menjawab ”Aku bersujud kepada Allah yang telah membangkitkan ku menjadi Nabi, dan telah memerintahkan ku supaya aku berseru dan mengajak manusia untuk menyembahnya juga” , setelah itu Rosululloh SAW mengajakAli untuk masuk islam,beliau juga membacakan beberapa ayat Al-quran, dan dengan seksama Ali menyimaknya. Namun Ali meminta di beri tenggang waktu untuk bermusyawaroh dengan ayahnya Abu Thalib.
Pada malam hari sebelum menjumpai ayahnya, ia sempat kebingungan, sebelum ahirnya ia memutuskan untuk mengambil keputusan sendiri, tanpa meminta pendapat dari ayahnya terlebih dahulu, Ali berkata: “Allah telah menciptakan ku dengan tidakbermusyawarah dengan Abu Thalib, maka menagapa aku harus bermusyawaroh dengan nya untuk menyembah Allah?”. Setelah Ali masuk islam, kemudian disusul oleh anak angkat Rosululloh, Zaid Bin Haritsah, dan setelah orang yang tinggal serumah dengan beliau sudah memeluk islam, baru kemudian di ikuti oleh oleh Sahabat setia Rosululloh, Abu Bakar.
Abu Bakar sangat bersemangat dalam berdakwah kepada Islam, begitu pula dengan Khadijah, berkat keduanya, semakin hari jumlah kaum muslimin semakinbertambah, Berkat seruan mereka juga, ada beberapa orang yang masuk Islam, yaitu Ustman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrohman bin Auf, Sa’ad bin AbiWaqos danTholhah bin Ubaidillah, Bilal bin Robbah dan masih banyakl agi. Mereka ini juga disebut Assabiqunal Awwalun, yang semuanya berasal dari kabilah Quraisy. Ibnu Hisyam menghitung jumlah mereka lebih dari empat puluh orang. Mereka yang telah masuk islam, mengikuti dakwah Sirri Nabi kurang lebih selama tiga tahun lamanya, Rosululoh memilih rumah Al-Arqam bin AbilArqam Al-Makhzumi sebagai tempat untuk berdakwah.
Karena jumlah kaum muslim pada saat itu belum terlalu banyak, ahirnya mereka harus rela pergi ke bukit yang jauh dari Makah untuk melaksanakan sembahyang, karena takut akan dilihat oleh orang-orang kafir.
WallahuA’lam…
 

Sumber gambar: abizakii.wordpress.com
Share this article :
 

+ comments + 3 comments

May 7, 2011 at 12:38 PM

assalamu'alaikum...
bagaimanapun Rosulullah merupakan suri tauladan yang baik...
terima kasih atas ilmu sejarahnya..

May 17, 2011 at 1:50 AM

salam kenal sob

May 17, 2011 at 2:29 AM

halo, tks dah ke blogku. imel saya shianno@yahoo.com

Post a Comment

Thanks udah mampir...
Jangan lupa kasih komen ya!!

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Em Farobi Afandi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger