Kang Santri di Era Globalisasi


Sebenarnya saya lagi gak pengen nulis, tapi ya… dari pada nganggur, mendingan nulis, kan lebih bermanfaat, dari pada cuma duduk-duduk nge-gosipin orang…
Udah ah basa basinya…
Saya teringat ketika kang Iqbal (alumni MAK tahun 06-07, kalo gak salah..) yang sekarang stay di Surabaya karena beliau mendapat beasiswa CSS MoRA ITS maen ke pondok, beliau sempet bagi-bagi pengalaman, dan salah satunya yang saya ingat adalah tentang kriteria santri  setelah keluar (hijrah) dari pondok, yaitu ada tiga golongan.
Oke deh langsung saja
tanpa basa basi lagi akan saya tuliskan kriteria-kriteria tsb:
Yang pertama, adalah Santri yang enggan mengakui dirinya adalah santri, mereka merasa malu untuk mengakuinya, entah apa alasan tepatnya, dan tentunya hanya mereka yang tahu, pastinya mereka-mereka ini gak pede dengan identitas aslinya yaitu sebagai seorang santri, kalau kata orang jawanya “emoh di jenengi santri…”, mungkin dalam prespektif mereka satri itu katro,dan gak gaul, udah gitu gaptek lagi (komplit banget yah…) itu juga mungkin…sehingga mereka merasa malu kalo identitas aslinya diketahui orang, padahal santri sekarang kan sudah bisa menyesuuaikan Zaman (lebih Fleksibel gitu..).
Yang kedua, criteria yang kedua adalah kang santri yang biasa-biasa saja (Netral), ‘Pujare ning kono’ kata orang jawa nya, jadi ya terserah mau di bilang santri ya monggo, di bilang Preman ya…jangan sampe (Nauz’ubillah cuy…).
Nah…sekarang yang ketiga, inilah Jenis santri idaman, yaitu santri yang deklarasikan bahwa ia adalah santri, santri jenis inilah yang nantinya bisa mewarnai lingkungannya, karena yang pertama mereka pede dengan identitas aslinya. Dimanapun mereka berada mereka tetap mempertahankan etika ke-Santri-annya, dan inilah jenis santri yang sadar bahwa dia adalah generasi penerus bangsa, yang di bebani amanat di pundaknya.
Bagi anda para santri yang sekarang sudah di rumah, atau yang sekarang masih kuliah, masuk kedalam kriteria keberapakah anda?
Share this article :
 

+ comments + 2 comments

April 5, 2011 at 11:51 PM

jadi santri tuh macam2 ya...

April 6, 2011 at 12:11 AM

Iya mba pastinya dong...
segala sesuatu itu punya klasifikasi tersendiri...

Post a Comment

Thanks udah mampir...
Jangan lupa kasih komen ya!!

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Em Farobi Afandi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger